Friday, 11 October 2013

Liga malaysia diswastakan

Shah Alam: Adakah Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) benar-benar serius menswastakan Liga Malaysia?

Itulah yang dipersoalkan kebanyakan peserta Bengkel Penswastaan Liga Malaysia yang berlangsung semalam terhadap cita-cita badan induk bola sepak negara itu yang menyuarakan hasrat untuk menswastakan Liga-M menjelang 2015.

Namun Naib Presiden FAM Datuk Afandi Hamzah tampil menyuarakan keyakinannya dan melihatnya sebagai cabaran yang perlu dihadapi dalam merealisasikan impian berkenaan terutamanya dalam tempoh yang hanya tinggal kira-kira 14 bulan saja.

“Kita harus memulakannya (penswastaan liga). Mungkin (pada 2015) kita tidak mampu memenuhi semua kriteria ditetapkan namun perkara penting ketika ini adalah prinsip asas iaitu penubuhan sebuah badan bebas bagi menguruskan liga berkenaan. Selepas (2015) itu FAM hanya memberikan penumpuan kepada aspek pembangunan dan liga lain.

SEKITAR Bengkel Penswastaan Liga Malaysia di UiTM Shah Alam.

“Menjelang Mac atau April tahun depan, kami akan mempunyai kertas kerja mengenai penswastaan berkenaan selepas banyak kali mengadakan perbincangan termasuk bersama Konfederasi Bolasepak Asia (AFC)

Metro 11/10/2013

Aku rasa setiap perubahan itu pasti ada baik buruknya.. terpulang kepada pihak pengurusan untuk merencanakannya... yang penting nasib dan kebajikan pemain haruslaa dijaga . Takut pengurusan baru yang kononnya berciri swasta membuat visi dan cara sendiri tampa mengira pandangan dan keluhan pemain sehingga menyebabkan pemain merasa dihina dan tiada masa depan..

Pengalaman sukan lain kan sudah ada.....

Saturday, 5 October 2013

PASANGAN UTAMA TEWAS DI KL OPEN


Aku pon sedikit hairan bagaimana pasangan utama kita boleh tewas kepada pasangan muda yang baru digandingkan. Cara permainan mereka memang tersangat rendah mutunya dan boleh dilihat pada keputusan semalam. Sepatutnya sebagai pasangan seniur mereka harusla menunjukkan satu standard yang jauh lebih tinggi memandangkan banyak pelaburan telah disumbangkan kepada mereka.

Amat menyedihkan........


Berikut petikan dari akhbar thestar...

KUALA LUMPUR: It was a horrible day for the country’s top three men’s doubles pairs on Saturday.
World No. 5 Koo Kien Keat-Tan Boon Heong were served with an ultimatum once again – to deliver at the back-to-back Denmark Open (Oct 15-20) and French Open (Oct 22-27) or expect a split.
Two others – Hoon Thien How-Tan Wee Kiong (world No. 13th) and Lim Khim Wah-Goh V Shem (world No. 16th) were dumped in the semi-finals of the Kuala Lumpur Open at the Kuala Lumpur Badminton (KLBA) Stadium in Cheras by younger scratch pairs.
Kien Keat-Boon Heong were the top seeds in the ongoing KL Open but they withdrew because Kien Keat wanted a break to prepare for his wedding.
In their absence, second seeds Thien How-Wee Kiong and third seeds Khim Wah-V Shem were expected to battle it out for the title but their runs ended prematurely on Saturday.
Thien How-Wee Kiong were shocked 12-21, 14-21 by Chooi Kah Ming-Teo Ee Yi while Khim Wah-V Shem’s hope to end their partnership on a high note ended with a 15-21, 16-21 defeat to Ow Yao Han-Teo Kok Siang.
Khim Wah and V Shem will be given new partners after the KL Open.
Meanwhile, in the men’s singles, hopes for an explosive semi-final match between top seed Chong Wei Feng and Misbun Ramdan Misbun ended in a whimper when the former scored a convincing 21-16, 21-9 win to reach the final.
Said Wei Feng: “I lost to Ramdan for the first time at the National Grand Prix Finals in Kedah last year. Then, he was aggressive and his attacking was on the mark. Today, I felt that he had slowed down a little.”

Wei Feng will take on back-up shuttler Chong Yee Han, who continued his gallant run by defeating compatriot Tan Kian Meng with a hard-fought 21-18, 15-21, 21-10. Kian Meng had beaten Liew Daren a day ago.

Friday, 27 September 2013

FINAL JAPAN OPEN - BUDAK 16 TAHUN

INDONESIA GP GOLD - NO AIR COND

Jarang sekali tournament BWF yang tiada air cond.. memang telah menjadi peraturan agar setiap pertandingan mestilalaa dalam dewan yang berhawa dingin . Apa yang mengherankan aku, takkan pihak penganjur tak tahu dengan permasalahan ini.. ataupun sengaja buat tak tahu....


Berikut sumber dari detiksport

Jakarta - Indonesia Open GP Gold yang digelar di GOR Sasono Among Rogo akan berjalan panas. Selain karena kedatangan pemain bintang dari dari seluruh dunia, venue pertandingan ternyata tak berpendingin ruangan.

"Semua konsep kami ikuti menyesuaikan dengan teori yang ada. Hanya memang mohon maaf masalah gedung, baru kali ini GOR tidak memakai Air Conditioner (AC)," kata Mimi ketika ditemui di Cipayung, Rabu (4/9/2013).

Terkait ketiadaan pendingin ruang tersebut, pihak penyelenggara sudah berkonsultasi dengan Badminton World Federatinon (BWF). Hasilnya, BWF tidak mempermasalahkan venue pertandingan tidak dilengkapi AC, meski panitia tetap berinisiatif dengan menyiapkan pendingin di ruang tunggu atlet.

"Apakah dalam seri GP harus pakai AC? Pihak BWF menjawab bahwa GP tak ada AC juga tak apa."

"Ya kita sebagai tuan rumah ingin melaksanakan event semaksimal mungkin, dan kita juga harus menunjukkan itikad baik kita, walau sebenarnya hal ini tidak masalah. Kita coba berikan yang terbaik demi nama negara kita Indonesia," tambahnya.

Beberapa atlet pelatnas yang akan berpartisipasi di event tersebut mengaku tak mempermasalahkan ketiadaan pendingin udara. Tommy Sugiarto, misalnya, dia menyebut tak ada AC tak mengapa asal dirinya bisa berlatih.

"Engga masalah bermain tanpa ada AC, yang penting jangan ada asap rokok saja," timpal Greysia Polli sambil tersenyum.

GOR Sasono Among Rogo memiliki kapasitas 4.500 penonton, dengan menyediakan lima lapangan berstandar internasional. Di tempat itu nantinya akan ada sekitar 300-an atlet dari 16 negara bakal hadir meramaikan turnamen Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix (GP) Gold 24-29 September 2013. Selain merebut gelar juara, para peserta juga memperebutkan hadiah total 120 ribu dollar AS


Tuesday, 24 September 2013

Perubahan

Salam

Banyak sangat yang berlaku dalam 2 minggu ni...  Banyak perubahan yang dilakukan oleh BAM yang diketuai oleh Tan Aik Mong dan barsan kepercayaannya. Sudah pasti ada yang suka dan ada yang tak suka. Masalahnya majoriti staff di BAM ni hilang keyakinan terhadap perubahan ini. Munkin cara pendekatan beliau terlalu drastik.

Aku juga berubah posisi 2 kali dalam 2 minggu ni.. Munkin esok berubah lagi................

Tungguuuuuuuuuu

Chong Wei to Rashid, please stay with me

Chong Wei to Rashid, please stay with me

By FABIAN PETER
BROTHERS IN ARMS: Datuk Lee Chong Wei (left) has made it his mission to persuade Rashid Sidek to remain with the Badminton Association of Malaysia.

BROTHERS IN ARMS: Datuk Lee Chong Wei (left) has made it his mission to persuade Rashid Sidek to remain with the Badminton Association of Malaysia.

WORLD No.1 Datuk Lee Chong Wei, who returned from Japan this morning, is hoping to persuade former singles head coach Rashid Sidek, who resigned from the Badminton Association of Malaysia (BAM) last Thursday, to reconsider his decision.

Chong Wei, who retained his Japan Open Superseries crown after defeating Kenichi Tago 23-21, 21-17 on Sunday, will meet Rashid tomorrow.

“I know a lot has happened while I was away in Japan. I wasn’t distracted, just disappointed.

“I know Rashid has resigned after being with me for 10 years, but I also know that things are back to normal after BAM revamped their structure yesterday.

“I will try to persuade Rashid to reconsider his decision when I meet him tomorrow,” Chong Wei said.

Rashid shocked the badminton fraternity when he tendered his resignation last week, citing the previous Team A and B structure (designed by Talent Management Group director Tan Aik Mong) as the main reason.

BAM president Tan Sri Tengku Mahaleel Tengku Ariff then alleged Rashid breached his contract by signing a one-year deal with Indian club Dehli Smashers in the Indian Badminton League (IBL).

Rashid denied the allegations, saying he coached them for two weeks.

An inquiry consisting four committee members with legal background, met up on Saturday to look into the matter, and have revealed some findings that will be passed to the council for deliberation.

Tengku Mahaleel, however, told the media yesterday, that if the council finds nothing wrong, then it shouldn’t be a problem for Rashid to return to the national squad.

Rashid has also expressed his intentions to reconsider his decision after meeting some of the coaches at the Juara Stadium in Bukit Kiara earlier today.

Chong Wei, who lost to Lin Dan in the final of the Badminton World Federation (BWF) World Championships last month, also played down rumours of him leaving BAM.

“I have not thought about that (leaving), I will do my best to stay with BAM and focus on my upcoming tournaments (Denmark Open Superseries Premier and French Open Superseries).

“I am the defending champion in Denmark, but I gave the French Open a miss last year due to my wedding. I am hoping to do well this time,” Chong Wei explained.

- See more at: http://www.sports247.my/2013/09/chong-wei-to-rashid-please-stay-with-me/#sthash.JHxKEHit.dpuf

Aik mong letak jawatan

Sumber dari Kosmo 25/9/2013

BELUM reda isu peletakan jawatan Rashid Sidek, arena badminton negara terus dikejutkan dengan berita keputusan Pengarah Kumpulan Pengurusan Bakat (TMG) Persatuan Badminton Malaysia (BAM), Tan Aik Mong menarik diri daripada jawatan yang disandangnya itu semalam.

Sebelum ini, bekas pemain perseorangan negara era 1960-an dan 1970-an yang dilantik pada 7 September lalu itu menawarkan diri untuk membantu BAM menaikkan lagi standard pemain-pemain badminton negara.

Begitupun, selepas melihat perubahan baharu yang dilakukan Presiden BAM, Tan Sri Tengku Mahaleel Tengku Ariff yang menyusun kembali sistem kejurulatihan negara, Aik Mong mengundur diri kerana berasakan dirinya sudah tidak diperlukan.

Terdahulu, Aik Mong yang dibantu Penilai Bebas TMG, Razif Sidek melakukan perubahan struktur jurulatih dengan menubuhkan dua pasukan - Kumpulan A untuk pemain-pemain elit dan Kumpulan B bagi skuad pelapis.

Struktur barisan jurulatih juga dirombak apabila beberapa jurulatih skuad senior dan SSBJ disusun, sekali gus menimbulkan rasa kurang senang dalam kalangan jurulatih sehingga menyaksikan jurulatih perseorangan, Rashid Sidek meletak jawatan Khamis lalu.

Tengku Mahaleel mengubah kembali struktur yang diperkenalkan Aik Mong tersebut apabila mewujudkan satu skuad negara sahaja dengan lima kumpulan mengikut kategori masing-masing.

“Aik Mong seorang yang ikhlas yang hadir secara sukarela untuk memberikan bantuan dan dia tidak menerima sebarang gaji tetapi selepas berasakan strategi baharu lebih baik dia telah meminta untuk undur diri.

“Sebenarnya idea itu pun hadir daripada dia dan pertemuan saya dengan media sebelum ini. Saya hanya mempertingkatkan lagi kerana mahu hasil yang lebih cepat.

“Dia beritahu saya pelan yang baharu ini sudah baik dan percaya ia boleh dijalankan dengan baik, sebab itu dia menarik diri tetapi dia telah beri banyak sumbangan dan pertolongan,” kata Tengku Mahaleel ketika dihubungi Kosmo! semalam.

Dalam pada itu, Tengku Mahaleel turut mengesahkan bahawa Rashid tidak melanggar kontrak dengan BAM kerana bekas jaguh negara itu menandatangani perjanjian selama dua minggu dengan kelab badminton India, Delhi Smasher sebagai penasihat pasukan.

“Dia menyertai kelab itu sebagai penasihat pasukan dan tidak memberikan latihan seperti jurulatih, jadi ia sudah jelas dan tidak melanggar kontrak.

“Kalau dia hendak menarik kembali keputusan (letak jawatan) kami akan terima tetapi saya juga perlu membawanya kepada Exco BAM.

“Kalau orang yang mempunyai kebolehan hendak tolong kita tidak boleh tolak tetapi dia juga mesti terima cabaran baharu kerana BAM sekarang sudah berbeza dan ada sasaran tertentu,” jelas Tengku Mahaleel.



Hakcipta terpelihara