Showing posts with label indonesia gp gold. Show all posts
Showing posts with label indonesia gp gold. Show all posts
Friday, 2 December 2016
PASANGAN BERGU CAMPURAN KEDUA NEGARA TEWAS
Pasangan muda negara , Lai Pei Jing / Tan Kian Meng gagal layak ke perlawanan akhir di kejohanan terbuka Macau apabila tewas kepada pasangan muda meningkat naik dari Hongkong dalam pertarungan 2 game. Mereka tewas 15-21 & 28-30.
Thursday, 14 July 2016
1982 Asian Games Badminton Men's Doubles Final - Christian and Icuk vs Luan Jin and Lin Jiang Li
LEGEND....
Labels:
badminton training,
badmintontournament,
belia,
bwf,
china,
england,
euro,
gohjinwei,
gym,
indonesia,
indonesia gp gold,
Lee Chong Wei,
lee hyun ill,
Rashid sidek,
raya,
sports affairs,
sudirman cup,
sukan
Friday, 27 September 2013
INDONESIA GP GOLD - NO AIR COND
Jarang sekali tournament BWF yang tiada air cond.. memang telah menjadi peraturan agar setiap pertandingan mestilalaa dalam dewan yang berhawa dingin . Apa yang mengherankan aku, takkan pihak penganjur tak tahu dengan permasalahan ini.. ataupun sengaja buat tak tahu....
Berikut sumber dari detiksport
Jakarta - Indonesia Open GP Gold yang digelar di GOR Sasono Among Rogo akan berjalan panas. Selain karena kedatangan pemain bintang dari dari seluruh dunia, venue pertandingan ternyata tak berpendingin ruangan.
"Semua konsep kami ikuti menyesuaikan dengan teori yang ada. Hanya memang mohon maaf masalah gedung, baru kali ini GOR tidak memakai Air Conditioner (AC)," kata Mimi ketika ditemui di Cipayung, Rabu (4/9/2013).
Terkait ketiadaan pendingin ruang tersebut, pihak penyelenggara sudah berkonsultasi dengan Badminton World Federatinon (BWF). Hasilnya, BWF tidak mempermasalahkan venue pertandingan tidak dilengkapi AC, meski panitia tetap berinisiatif dengan menyiapkan pendingin di ruang tunggu atlet.
"Apakah dalam seri GP harus pakai AC? Pihak BWF menjawab bahwa GP tak ada AC juga tak apa."
"Ya kita sebagai tuan rumah ingin melaksanakan event semaksimal mungkin, dan kita juga harus menunjukkan itikad baik kita, walau sebenarnya hal ini tidak masalah. Kita coba berikan yang terbaik demi nama negara kita Indonesia," tambahnya.
Beberapa atlet pelatnas yang akan berpartisipasi di event tersebut mengaku tak mempermasalahkan ketiadaan pendingin udara. Tommy Sugiarto, misalnya, dia menyebut tak ada AC tak mengapa asal dirinya bisa berlatih.
"Engga masalah bermain tanpa ada AC, yang penting jangan ada asap rokok saja," timpal Greysia Polli sambil tersenyum.
GOR Sasono Among Rogo memiliki kapasitas 4.500 penonton, dengan menyediakan lima lapangan berstandar internasional. Di tempat itu nantinya akan ada sekitar 300-an atlet dari 16 negara bakal hadir meramaikan turnamen Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix (GP) Gold 24-29 September 2013. Selain merebut gelar juara, para peserta juga memperebutkan hadiah total 120 ribu dollar AS
Berikut sumber dari detiksport
Jakarta - Indonesia Open GP Gold yang digelar di GOR Sasono Among Rogo akan berjalan panas. Selain karena kedatangan pemain bintang dari dari seluruh dunia, venue pertandingan ternyata tak berpendingin ruangan.
"Semua konsep kami ikuti menyesuaikan dengan teori yang ada. Hanya memang mohon maaf masalah gedung, baru kali ini GOR tidak memakai Air Conditioner (AC)," kata Mimi ketika ditemui di Cipayung, Rabu (4/9/2013).
Terkait ketiadaan pendingin ruang tersebut, pihak penyelenggara sudah berkonsultasi dengan Badminton World Federatinon (BWF). Hasilnya, BWF tidak mempermasalahkan venue pertandingan tidak dilengkapi AC, meski panitia tetap berinisiatif dengan menyiapkan pendingin di ruang tunggu atlet.
"Apakah dalam seri GP harus pakai AC? Pihak BWF menjawab bahwa GP tak ada AC juga tak apa."
"Ya kita sebagai tuan rumah ingin melaksanakan event semaksimal mungkin, dan kita juga harus menunjukkan itikad baik kita, walau sebenarnya hal ini tidak masalah. Kita coba berikan yang terbaik demi nama negara kita Indonesia," tambahnya.
Beberapa atlet pelatnas yang akan berpartisipasi di event tersebut mengaku tak mempermasalahkan ketiadaan pendingin udara. Tommy Sugiarto, misalnya, dia menyebut tak ada AC tak mengapa asal dirinya bisa berlatih.
"Engga masalah bermain tanpa ada AC, yang penting jangan ada asap rokok saja," timpal Greysia Polli sambil tersenyum.
GOR Sasono Among Rogo memiliki kapasitas 4.500 penonton, dengan menyediakan lima lapangan berstandar internasional. Di tempat itu nantinya akan ada sekitar 300-an atlet dari 16 negara bakal hadir meramaikan turnamen Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix (GP) Gold 24-29 September 2013. Selain merebut gelar juara, para peserta juga memperebutkan hadiah total 120 ribu dollar AS
Subscribe to:
Posts (Atom)

